Sabtu, 26 November 2011

Proses Hot Dip Galvanising dan Aplikasinya

Proses pelapisan galvanizing dapat ditemukan hampir di setiap aplikasi dan industri penting dimana bahan besi atau baja digunakan. Beberapa yang dapat kita sebutkan, misalnya pada industri peralatan listrik dan air, pemrosesan kimia, bahan baku kertas, otomotif, dan trasportasi, pada awalnya kegunaan galvanizing yang utama adalah untuk mengontrol karat pada besi atau baja. Yang mana saat ini tetap terus digunakan. Lebih dari 150 tahun, Hot Dip Galvanizing telah terbukti secara komersial sebagai metode perlindungan besi atau baja terhadap karat dalam banyak aplikasi di seluruh dunia.

galvanising

  • Karakteristik lapisan hot dip galvanizing (menutup dan melapisi dengan baik)
    Hot Dip Galvanizing menjamin ketebalan lapisan yang sama pada semua permukaan yang terlapisi termasuk tepi, sudut, galur, serta bagian dalam pipa dan tempat-tempat yang sulit dijangkau. Ketebalan lapisan yang sama ini menghilangkan segala macam bagian yang sulit dijangkau dan menjadi pelindung yang sempurna terhadap karat pada bagian tersebut.
  • Prinsip Galvanizing
  • Hot Dip Galvanizing harus melalui proses-proses tersebut dibawah : · DEGREASING : Untuk menghilangkan minyak atau material organik · WATER RINSING : Untuk menghilangkan cairan kimia dari degreasing. · ACID PICKLING : Untuk menghilangkan karat dan kerak baja · PREFLUXING : Untuk menghindari oksidasi permukaan sebelum pencelupan. · OVEN : Pengeringan permukaan sebelum dimasukkan ke dalam bak seng (Zn). · GALVANIZING : Pencelupan kedalam cairan seng (Zn) panas pada temperature 4450C - 4550C · QUENCHING : Pendinginan sebagai proses akhir pada permukaan seng (Zn).
  • Galvanizing
  • - Semua besi atau baja yang akan di galvanis harus ditangani dengan khusus agar tidak terjadi kerusakan secara mekanik dan juga untuk meminimalkan resiko distorsi. - Bentuk atau rancangan besi atau baja yang kemungkinan akan menimbulkan masalah pada proses galvanis harus diinformasikan terlebih dahulu. - Parameter galvanis seperti temperature, waktu pencelupan, dan pengeluaran dari bak galvanis harus disesuaikan dengan jenis besi atau baja tersebut. - Kandungan komposisi seng (Zn) pada bak galvanis tidak boleh kurang dari 98% Zn.
  • Persiapan permukaan
  • - Kontaminasi pada permukaan benda kerja atau lapisan yang tidak dapat dihilangkan oleh proses pembersihan kimiawi yang normal pada saat proses “pretreatment” dapat dihilangkan dengan menggunakan “sand-blasting” atau metode lainnya yang sesuai. 
    - Benda kerja harus dibersihkan dari segala bentuk lapisan (minyak, tanda cat, furnise) sebelum dilanjuti dengan proses pickling. Pembersihan”sand-blasting” dapat juga dipakai disini.
  • Ketebalan lapisan galvanizing
  • Persyaratan rata-rata ketebalan minimum lapisan berdasarkan kategori barang disimpulkan dalam ASTM A123 pada table berikut
scan007

  • Keuntungan hot dip galvanizing
1. Melindungi besi atau baja terhadap karat dalam jangka waktu yang lama. 
2. Tidak memerlukan biaya pemeliharaan. 
3. Tidak memerlukan pengecatan. 
4. Melindungi permukaan besi atau baja terhadap goresan. 
5. Proses cepat, praktis dan ekonomis.

  • Aplikasi penggunaan galvanizing :
    - Bridges and Highways.
    - Power Generation.
    - Transportation.
    - Water and Waste Water Treatment.
    - Pulp and Paper.
    - Agriculture and Food Processing.
    - Petrochemical and Chemical.
    - Original Equipment Manufacturing.
    - Telecomunication.
Untuk lebih lengkap bisa buka pada link di bawah ini

Jumat, 18 November 2011

Pengujian Kekerasan Material AMS 4026

Pengujian Logam AMS 4026 Menggunakan Rockwell C 
Setelah Proses Wire Flame Spraying dengan Ni-Al


  • Pada pengujian ini material yang digunakan adalah AMS (Aerospace Material Spesification) 4026 yang merupakan alumunium alloy 6061. Sebuah paduan dengan ketahanan korosi yang baik dan kemampuan pengerjaan yang baik. Dalam kondisi anil dapat dengan mudah dilas dan dibentuk.
  • Pengujian Kekerasan => Kekerasan adalah ketahanan material terhadap deformasi plastik yang diakibatkan tekanan atau goresan dari benda lain. Pengujian kekerasan dilakukan dengan menekan sebuah indentor ke permukaan benda uji. Ukuran hasil penekanan dikonversikan ke angka kekerasan.
    Pengujian yang paling banyak dipakai adalah dengan menekankan penekan tertentu kepada benda uji dengan beban tertentu dan dengan mengukur ukuran bekas penekanan yang terbentuk diatasnya, cara ini dinamakan cara kekerasan dengan penekanan. 

  • Kekerasan juga didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan). Didunia teknik, umumnya pengujian kekerasan menggunakan 4 macam metode pengujian kekerasan, yakni :
    1. Brinnel (HB / BHN)
    2. Rockwell (HR / RHN)
    3. Vikers (HV / VHN)
    4. Micro Hardness (Namun jarang sekali dipakai-red)

    Pada Tabel ditunjukkan skala kekerasan A, B dan C adalah untuk bahan logam, skala A dapat dipakai untuk bahan sangat keras seperti Karbida tungsen. Skala D dan di bawahnya dipakai untuk batu gerinda sampai plastik. 
    Pengujian Rockwel superfisial mempergunakan beban yang ringan untuk memperbaiki ketelitian dari penekan dengan cara penggunaan yang sama, juga dapat mengukur kekerasan permukaan dari bahan yang dikeraskan kulitnya.

    Untuk lebih jelasnya bisa buka link d bawah ini
    https://docs.google.com/present/edit?id=0AZ7ESZ3-VB1YZGc5cHI5OGdfM2NiMzVmbWZu

Sabtu, 22 Oktober 2011

Sifat Magnesium

MTM ITS: Sifat Magnesium: Magnesium adalah logam yang kuat, putih keperakan, ringan (satu pertiga lebih ringan daripada aluminium) dan akan menjadi kusam jika dibia...

Seperti apa Skizofrenia itu??bahaya kah??

Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia. Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan. Pria sering mengalami awitan yang lebih awal daripada wanita.Faktor resiko penyakit ini termasuk :
1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga
2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
3. Stress lingkungan
4. Kelahiran pada musim dingin. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil.
5. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini.

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:
  • Gejala-gejala Positif :
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena   merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
  • Gejala-gejala Negatif :
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoidatau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja,halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.

Terapi Penyakit Skizofrenia

Obat neuroleptika selalu diberikan, kecuali obat-obat ini terkontraindikasi, karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin, molindone, dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. Namun, karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika, penggunaannya disarankan sebatas obat penopang. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah disbanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian, penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia.Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita.
Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaan-perasaan, atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar.
Tujuannya adalah :
1. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia.
2. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak.
3. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.
4. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps.
5. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.

Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik, serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati, rasa hormat positif, dan ikhlas. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita, ketakutan-ketakutannya, dan demoralisasinya amat penting dilakukan.

Senin, 10 Oktober 2011

Proses Injection Molding

Injection molding adalah metode pemrosesan material termoplastik dimana material yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air dimana material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari cetakan. 

Meskipun banyak variasi dari proses dasar ini, 90 persen injection molding adalah memproses material termoplastik. Injection molding mengambil porsi sepertiga dari keseluruhan resin yang dikonsumsi dalam pemrosesan termoplastik. Sekarang ini bisa dipastikan bahwa setiap kantor, kendaraan, rumah, pabrik terdapat barang-barang dari plastik yang dibuat dengan cara injection molding, misalnya pesawat telepon, printer, keyboard, mouse, rumah lampu mobil ,dashboard, reflektor, roda gigi, helm, televisi, sisir, roda furnitur, telepon seluler, dan masih banyak lagi yang lain. 

Perbedaan dengan Die Casting adalah material diumpankan dan masuk ke rongga cetakan. Injection molding dikhususkan untuk material non logam, misalnya gelas, plastik dan karet. 

Setiap molding injeksi mempunyai beberapa komponen dasar seperti pada gambar berikut ini.



Molding Incjection 


- Hopper: digunakan untuk memasukkan bijih plastik dan additive yang akan diproses.

- Barel: tempat untuk memindahkan bijih plastik dari hoper ke nozzle dan melelehkannya.

- Nozzle: alat untuk menginjeksikan plastik ke dalam mold atau cetakan.

- Tie Bar: penyangga untuk mold, calmping, dan ejector

- Hydraulic Motor: untuk memutar screw supaya bijih plastik bergerak dari barrel ke nozzle dan memberi    
  tenaga untuk menyuntikkannya. 

- Stationary platen: plat yang tidak bergerak untuk menghubungkan nozzle dan mold

- Moveable platen: plat untuk menggerakkan mold

- Clamping unit: membuka dan menutup mold

- Ejector: melepaskan plastik yang sudah membeku

- Rear platen: plat penyangga bagian belakang

Screw yang terletak didalam barel dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Proses Pengolahan Bijih Plastik


Keuntungan dari molding injeksi adalah:

              1. Kecepatan produksi yang tinggi

              2. Toleransi tinggi dan berulang-ulang

              3. Bermacam-macam material dapat digunakan

              4. Biaya tenaga kerja yang rendah

              5. Plastik sisa yang terbuang minimal

              6. Sedikit kebutuhan dalam finishing

Kerugian molding injeksi:

               1. Investasi peralatan yang sangat tinggi

               2. Biaya menjalankan peralatan tinggi

               3. Produk plastik harus sesuai dengan pertimbangan mold

• Proses 

Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidrolik yang tertanam dalam rumah cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.


Jumat, 09 September 2011

Thermal Spray Coating

Thermal spray dapat menghasilkan lapisan dengan ketebalan (kisaran ketebalan sekitar adalah 20 mikrometer hingga beberapa mm, tergantung pada proses dan material pelapis), dan area yang luas dengan laju deposisi yang tinggi dibandingkan dengan proses pelapisan lainnya seperti elektroplating , physical dan chemical vapor deposition. Material pelapis yang tersedia untuk thermal spray yaitu logam, paduan, keramik, plastik dan komposit. Material pelapis tersebut dalam bentuk powder atau kawat, yang dipanaskan ke keadaan cair atau semimolten dan dipercepat terhadap substrat dalam bentuk mikrometer-ukuran partikel. Pembakaran atau debit electrical arc biasanya digunakan sebagai sumber energi untuk penyemprotan termal. Pelapis yang dihasilkan dibuat oleh akumulasi partikel-partikel yang disemprotkan.

Schematic Diagram of  Thermal Spray Metal Coating

Kualitas coating biasanya dinilai dengan mengukurnya melalui porositas, oksida konten, makro dan mikro-hardness, kekuatan ikatan (bond strength) dan kekasaran permukaan. Umumnya, kualitas lapisan meningkat dengan meningkatnya kecepatan partikel.
Fungsi & manfaat thermal spray coating yang paling umum digunakan pada permukaan, ketahanan aus atau pencegahan korosi. Selain itu, thermal spray coating juga dapat mengurangi kehilangan energi gesekan, bertindak sebagai penghalang difusi, insulasi termal dan insulasi listrik. Thermal spray coating telah dan digunakan dalam rentang yang sangat luas dalam pengaplikasiannya. Keuntungan utamanya adalah bahwa pelapisan thermal spray dapat memberikan sifat permukaan dan komponen bahan substrat dapat dipilih 
berdasarkan kekuatan, berat atau biaya.

Bahan umum sprayed:
Seng dan aluminium un
  • Untuk lapisan anti-korosi katodik pada baja.
  • Nikel/aluminium komposit kawat untuk bond coat dan self-bonding.
  • Molibdenum untuk bond coat.
  • Molibdenum untuk aplikasi bantalan keras (hard bearing), dengan ketahanan yang sangat baik sebagai perekat, digunakan pada ring piston, syncromesh cones.
  • High Chromium steel banyak diaplikasikan agar dihasilkan lapisan yang keras dan lapisan tahan aus.
  • Perunggu, babbitt diaplikasikan untuk bantalan.
  • Stainless steels, nikel dan monel untuk anti-korosi dan keausan.
  • Aluminium, nikel/aluminium untuk ketahanan panas dan tahan oksidasi.
Beberapa aplikasi thermal spray coating meliputi:
  • Perlindungan korosi pada struktur dan komponen (misalnya jembatan, platform  lepas pantai, LPG botol) dengan lapisan aluminium atau seng. Aluminium memiliki harga yang lebih mahal, namun memiliki ketahanan untuk atmosfer gas asam (seperti yang terkait dengan produk pembakaran bahan bakar fosil), serta solusi yang netral, seperti air garam. Sedangkan penggunaan seng karena memiliki ketahanan terhadap korosi basa. Flame spraying juga digunakan untuk menyemprot sebagai ketahanan korosi pelapis polimer termoplastik.
  • Reklamasi worn shafts, terutama pada bagian bantalan (bearing areas) dengan penggunaan bahan seperti stainless steel atau paduan perunggu. Lapisan yang dihasilkan cukup berpori dan pelumas dapat diserap ke dalam lapisan, sehingga meningkatkan kinerja bantalan (bearing).
Dua bidang utama yang mempengaruhi kualitas coating yaitu persiapan permukaan dan parameter penyemprotan. Persiapan permukaan adalah penting untuk adhesi coating dan dapat mempengaruhi kinerja korosi pada lapisan. Faktor utama adalah profil grit blast dan kontaminasi permukaan. Parameter penyemprotan lebih cenderung mempengaruhi mikrostruktur lapisan dan juga akan mempengaruhi kinerja lapisan. Parameter penting diantaranya gun untuk orientasi substrat dan jarak, laju aliran gas dan laju powder feed.
Ikatan lapisan disemprotkan dalam kondisi termal sebagian besar dilakukan secara mekanik. Bagaimanapun, ini tidak memungkinkan bond strength untuk tetap stabil pada material substrat. Ada perbedaan signifikan misalnya antara penyemprotan ke baja karbon dan stainless steel. Hal ini mungkin karena oksida permukaan atau ekspansi termal, dan faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan sebelum diterapkan pada lapisan.
Semua thermal spray coating mengandung tingkat internal stress. 
 Tegangan ini akan menjadi lebih besar sebagai coating yang mendapatkan penebalan.  


Faktor yang mempengaruhi proses TSC


                Faktor mempengaruhi ikatan dan selanjutnya membentuk lapisan
-          Kebersihan
-          Luas permukaan
-          Topografi permukaan atau profil
-          Suhu (energi termal)
-          Waktu (saat terjadi reaksi reaksi & pendinginan dll.)
-          Kecepatan (energi kinetik)
-          Sifat fisik & kimia
-          Fisik & reaksi kimia

•       Faktor yang mempengaruhi TSC:
  1. Spray stream: temperatur, kecepatan, komposisi, jarak spray, turbulensi, lingkungan luar.
  2. Gun: geometri nozzle, power, gas flow, gas composition.
  3. Material: ukuran dan bentuk partikel, feed rate, metode injeksi, aliran gas pembawa, sifat fisik dan kimia.
  4. Substrat: substrate kontaminasi, surface profil, temperatur, sifat fisik dan kimia substrat.
  5. Gas
 

Kamis, 08 September 2011

Mineral Muskovit





Muskovit dengan albite dari Doce lembah, Minas Gerais, Brasil (dimensi: 6 × 5,3 × 3,9 cm).
Lokalitas: Divino das Laranjeiras , Doce lembah, Minas Gerais , Wilayah Tenggara, Brasil ( Lokalitas di mindat.org)
Ukuran: 6 x 5,3 x 3,9 cm.



Umum
Kategori
Silikat mineral phyllosilicate
Rumus kimia
KAL 2 (AlSi 3 O 10) (F, OH) 2
Strunz klasifikasi
09.EC.15
Klasifikasi dana
71.02.02a.01
Simetri kristal
2 / m - prismatik
Sel satuan
a = 5,199 Å , b = 9,027 Å, c = 20,106 Å, β = 95,78 °; Z = 4
Identifikasi
Warna
Putih, abu-abu, perak
Kristal kebiasaan
besar untuk platy
Sistem kristal
Monoklinik (2 / m), ruang kelompok C 2 / m
Kelahiran kembar
umum pada [310] kurang umum pada {001}
Pembelahan
Sempurna pada {001}
Patah tulang
Dr mika
Kegigihan
Elastis
Skala Mohskekerasan
2-2.5 sejajar dengan {001}
4 sudut siku ke {001}
Kilau
Vitreous, sutra, mutiara
Coret
Putih
Diaphaneity
transparan untuk tembus
Berat jenis
2.76-3
Sifat optik
Biaksial (-)
Indeks bias
n α = 1,552-1,576
β n = 1,582-1,615
n γ = 1,587-1,618
Birefringence
δ = 0,035-0,042
Pleochroism
lemah ketika berwarna
Penyebaran
r> v lemah
Ultravioletfluoresensi
Tidak ada




Moskow adalah mineral batuan umum membentuk dan ditemukan dalam batuan sedimen beku, metamorf dan detrital. Moskow memiliki struktur berlapis lembaran aluminium silikat lemah terikat bersama oleh lapisan ion kalium. Lapisan ion kalium menghasilkan pembelahan sempurna muskovit.Meskipun memiliki belahan dada yang mudah seperti, lembar pembelahan cukup tahan lama dan sering ditemukan dalam pasir yang telah mengalami erosi banyak dan transportasi yang akan menghancurkan mineral yang paling lainnya. Lembaran muskovit juga memiliki panas tinggi dan sifat isolasi listrik dan digunakan untuk membuat komponen electical banyak. Lembar muskovit digunakan untuk jendela oven dapur sebelum bahan sintetis menggantikan mereka.

Moskow tidak sering berharga sebagai spesimen mineral tetapi sering dikaitkan dengan mineral lain keindahan extrodinary dan nilai. Beberapa kristal muskovit sangat bagus menyertai mineral berharga seperti tourmaline, topaz, beryl, almandine dan lain-lain. Berbagai kembar langka dari Brasil bentuk kuning menunjuk bintang lima dan disebut "Bintang Moskow". Berbagai hijau tua disebut fuchsite dan diwarnai oleh inpurities kromium.